BPBD Bekasi Distribusikan 9,7 Juta Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
KABUPATEN BEKASI,
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi telah mendistribusikan sekitar 9,7 juta liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi hingga 10 September 2026.
Distribusi air bersih tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat kondisi kekeringan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan pasokan air bersih yang didistribusikan berasal dari sejumlah pihak yang turut membantu penanganan dampak kekeringan.
Salah satu pihak yang berkontribusi adalah Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi, yang telah membantu mendistribusikan sekitar 1,2 juta liter air bersih kepada masyarakat terdampak.
Selain menyalurkan air, PMI Kabupaten Bekasi juga membangun sejumlah titik pengambilan dan penampungan air di wilayah yang mengalami kekeringan.
Menurut Dodi, keberadaan titik pengambilan atau penampungan air tersebut membantu memperlancar proses distribusi, terutama dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Ini sangat membantu kami, BPBD, dalam hal pendistribusian air bersih, yakni pada saat penanganan bencana kekeringan selama ini,” kata Dodi, Kamis (10/9/2026).
BPBD Siagakan Armada Distribusi
Dodi menjelaskan BPBD Kabupaten Bekasi menyiagakan sekitar tiga hingga empat armada setiap hari untuk mendukung distribusi air bersih di wilayah selatan Kabupaten Bekasi.
Sementara armada lainnya dipetakan untuk menjangkau wilayah utara yang juga membutuhkan bantuan pasokan air.
“Untuk wilayah selatan sekitar tiga sampai empat armada setiap hari. Armada lainnya kami mapping ke wilayah utara,” ujarnya.
Menurut Dodi, distribusi dilakukan dengan mempertimbangkan jenis kebutuhan masyarakat. Air bersih untuk kebutuhan rumah tangga menjadi salah satu prioritas dan disalurkan menggunakan mobil tangki.
Sementara air yang diperuntukkan bagi konsumsi masyarakat dikemas menggunakan wadah yang dinilai lebih sesuai untuk menjaga kebersihan dan keamanan air.
“Yang lebih dominan untuk mobil tangki adalah air bersih. Sedangkan untuk air minum dikemas menggunakan galon dan kemudian didistribusikan kepada masyarakat,” jelasnya.
Ajak Dunia Usaha Turut Membantu
Di tengah kondisi kekeringan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi, BPBD mengajak berbagai pihak untuk turut berpartisipasi dalam membantu pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
Dukungan diharapkan tidak hanya datang dari pemerintah dan lembaga kemanusiaan, tetapi juga dari masyarakat umum serta dunia usaha.
“Kami mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi untuk bersama-sama membantu warga Kabupaten Bekasi yang terdampak kekeringan. Khususnya teman-teman dari dunia usaha,” kata Dodi.
BPBD Kabupaten Bekasi memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi di wilayah terdampak. Pemerintah daerah juga mendorong kolaborasi lintas pihak agar kebutuhan dasar masyarakat selama periode kekeringan dapat terpenuhi secara optimal.
